Tatap Kenang

Namanya Adam. Aku tulang rusuknya. Aku tahu itu. Pasti.

Aku bagian dari dirinya. Aku mengenalnya.

Adam yang berani. Adam yang humoris. Gurauannya bak oasis di padang pasir.

Kau tahu tidak betapa aku merindukannya? Sangat

16bf762f1f470de07e34426fb3628613

Dalam sanubari ini terkadang aku berandai-andai. Mengapa kau tinggalkan diriku? Aku? Aku yang bagian dari dirimu. Aku yang selalu tertawa atas tingkah konyolmu.

Karena kau sadari aku tidak cukup berharga untuk tetap kau miliki? Apakah kau menyebrangi dunia lain hanya untuk menjauh?

Saat ini aku hanyalah pemandang. Gurat lelah yang selalu aku lihat. Candamu saat bersama sanak saudara. Rambutmu yang lebat. Dan wajahmu yang semakin dewasa.

Aku hanya pemandang.

Aku senang bahwa kau bahagia. Menikmati indahnya kehidupan. Bertemu dengan hawa yang lain. Yang lebih baik dariku.

Sampai saat ini aku masih mengingatmu. Setiap momen yang kau torehkan dalam angan dan melekat erat di dalam memori. Bagaimana kau meneleponku hanya untuk memberitahukan tentang film kesukaanmu. Bercerita bagaimana harimu. Bagaimana engkau dimarahi orangtuamu karena kecerobohanmu yang labil.

Aku teringat suaramu. Lantunan manis di telingaku. Dengan suara rendah kau panggil namaku. Tentu saja dengan senyumanmu.  Mengingatnya pun aku tersipu.

Dan disini aku berharap. Walau kau tua nanti. Walau kau bertemu dengan hawa lain. Kau tetap mengingatku. Kau tetap familiar dengan wajahku. Kau tahu namaku.

Karena aku selalu mengingatmu. Dan takkan pernah lupa. Selamanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s