Masa Kini

Ah dasar kau penyerang

Sana ucapmu membabi buta lenyaplah

Aku minum susu salah

Terlalu putih katanya

 

Kali ini kucoba minum air mineral

Kau marah

Terlalu hambar katanya

 

Aku coba minum jus naga

Kaupun menyerang

Sambaran naga itu terlalu merah

Mencolok tak bolehlah

 

Ingin sekali pikiranmu aku amplas

Supaya halus nan mulus dilontarkan

Ingin sekai aku pejelas

Nyatanya dirimu hanya sebuah kebodohan kosong nan terbual

Merindu

Alangkah kepadamu, riak hati yang tambun.Dan dengan inilah,  sebuah dalih untuk mencari pelampiasan pun terwujud.

Aku sangat merindu. Bagaimana jika suatu lautan itu menjadi kering dan hilang layaknya embun?

Oh, sungguh- sungguh dengan ini deklarasi sebuah pemikiran akan aku lantunkan dari jiwaku kepada sang adam. Bersungguh-sungguhpun pasti akan terpantun, iya kan?

Maka dari itu,benar adanya jika saat sang surya terlelap mulai terpatri di cakrawala, maka layaklah aku untuk menguntai sebuah ilusi antara cerita dan realita.

Supaya nanti akan selalu aku genggam.

Dan takkan pernah kulepas.

Tawaran

7a40fa6bcb9ac402bb2eae3f8ce19462

Jika semua tuturmu kali ini nyata, maka dengarkanlah.

Bersamaan dengan diri yang tersulam rekat oleh kelabu, aku tawarkan sebuah buai-buai rindu.

Mari, kali ini. Aku ingin menyeduh rasanya sebuah cerita tanpa ragu.

Bersamaan dengan untai dirimu. Seluruh nafsu akan terpadu.

Aku kepadamu.

Bersamaan, mari melebur.