Dendam Kepadamu

Kami saat itu diam

Bertanya apakah seharusnya saling kutuk itu rencana api

 Tapi tentu saja itu hanya dalam nurani

Untuk meronta beranjak tanpa redam

………..

30bf9a431bacbe723792b2891025fb4e

Rani hari itu menggegap sebuah pemikiran munafik. Bagaimana jika semua kekakuan tiada tara ini berhenti? Hilang?  Jadilah debu sehingga munculnya embun cahaya di tiap sudut kota.

Rani, kusadarkan segera otak fanamu ini. Kau pikir dunia adalah tempat dirimu terdiam, terlelap, bahkan damai???

Oh tidak.

Rani oh Rani. Manusia merupakan mahluk pintar nan licik penuh omong kosong.

Coba saja lihat keadaanmu sekarang. Kaku, tak berdaya, dan lemah. Tampaknya kau harus berterimakasih kepadaku yang sudah menyadarkanmu bahwa bumi adalah sebuah neraka yang diciptakan manusia sendiri untuk saling sengsara dan manipulasi.

Jangan percaya pada orang lain. Apalagi kepadaku.

………..

Kini tatapanmu berubah. Rani yang penuh gerlap cerah kini tersesat dalam pikiran temaram penuh dusta.

Baguslah, rencanaku berhasil.

Hancurlah, Rani. Bersama bahagia dunia yang penuh kepalsuan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s