Dendam

Ruang itu begitu gelap dan kosong. Padahal aku harap penuh cahaya.

Silat lidah saling tebuah perih. Padahal aku harap penuh gurau.

Dimana elok yang dulu? Apakan termakan kerasnya warta?

6ce197f552e8167b5a1771c496cbf67d
-pinterest-

Padahal aku sudah terpupuk oleh lesu, apalagi putus asa. Seolah kau julurkan harap, namun berbuah nista.

Sungguh tak percaya, semua hanya pura-pura.

..

Aku tahu benar, jalan ini berbatu. Menyimpan jurang tanpa arti nan ngeri. Makanya, ku putuskan,untuk menguntainya denganmu.

Ternyata hanya palsu. Kedokmu berbuah busuk dan angkuh.

..

Tunggu saja, balasku bisa membunuh.

Iklan

8 thoughts on “Dendam

  1. duh puisinya menggelora dan membara. keren sekali permainan katanya, menghasilkan untaian makna yang kaya dan tajam durinya. dendam dimulai dengan rasa sakit, yang susah tumpul meski barang sedikit. namun dendam mesti hati-hati disikapi, karena salah-salah bisa membunuh diri.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s