Pelari

Apakah engkau lelah?

Ya.. Saya berlarian sepanjang masa

Apakah engkau ingin berhenti?

Tentu saja

Tetapi nyatanya, kalau berhenti engkau akan musnah.

Ya.. Maka dari itu saya hanya berjaan cepat bila ingin rehat. Karena hal ini bukanlah sesuatu yang bisa dihentikan hanya dengan kemauan. Saya memang lelah, tapi haruslah selalu bergerak. Bukankah itu adalah maumu?

Ini bukanlah mauku. Tapi adalah kehendaknya. Saya disini hanya menyampaikan kemauannya.

Siapa?

Raja.

Dia yang sekuasa itu? Bukankah dia sudah cukup menghancurkan kenang tidurku? Dan sekarang… Sekarang dia menginginkan hidupku?

0948046fa46a2e1721e999ff0018df5a.jpg
-pinterest-

Bukan hanya hidupmu. Tapi bahagiamu, dan karsa dagingmu. Dia tidak ingin orang lain lebih darinya.

Dasar picik.

Maka dari itu, aku  perlu dirimu tidak berhenti. Berlarilah terus  hingga dirimu dan raja sederajat. Lalu ambil takhtanya.

 Luar biasa. Setelah kurebut lalu engkau menginginkan apa?

Seperempat saja. Dan sebuah hubungan tanpa batas

Kau lebih picik.

Memang.

Iklan

14 thoughts on “Pelari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s