Jalan

Kala itu mengingatkanku

Tentang manusia (aku) yang berubah rupa

Tak dapat dikenali lagi

Tuk mencari asal usul dalam diri

a65be792f5880aa4184682ef9e61e444
-pinterest-

Mau mengupaspun takkan terbantu

Mau kugali pun takkan sampai

Mau kukejar pun selalu jauh

Maka dari itu aku bertanya.. kapan sampainya?

 

Dan ternyata begitulah sebuah cerita yang takkan selesai. Karena berabad-abad aku selalu jalin namun takkan ada habisnya. Karena dunia itu bulatkah? Atau ada semesta dibalik semesta?

Karena  ia selalu tak mendapatkannya. Maka dari itu, ia selalu berjalan.

Iklan

14 thoughts on “Jalan

  1. Meskipun kita setuju dunia kita bulat dan masih ada semesta lain dibalik itu.. sejatinya kita harus terus berjalan.. iya berjalan terus menyusuri kebulatannya dan merasakannya sendiri adalah sebuah pengalaman tersendiri 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s