Rindu

Suam-suam embun sangat merindu

Kala dinginnya cuaca tanpa ufuk

Hari itu, sang pecandu sedang berpadu

Memadu pilu tanpa siku

 

123.jpg
-pinterest-

Tak ada lagi, sungguh

Sebuah nirwana yang aku rengkuh

Muncullah lagi, begitu

Sakitku ini  menantimu yang sendu

 

Bukankah ini katamu sebuah kisah haru

Namun tak ada lagi tetes syahdu

Karena sudah cukup aku terpaku

Sang pecandu ini takkan pernah baru

Iklan

18 thoughts on “Rindu

  1. ketika rasa rindu menggelayuti hati, memang takkanlah dapat kita terjaga dari rasa itu, selain segera mengobatinya dengan ma’em Ubi Cilembu sambil sruput kopi…cobain deh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s