“Hidup”

b7034bb52ff02bf7b6c9fad5b126de72
-pinterest-

Wanita itu nyatanya hanya bersenandung palsu. Mungkin terdengar merdu, namun bukanlah suratan sukacita namun goresan mati rasa.

Katanya, senandungnya merupakan kegilaan. Sungguh, para tetangga dulu  berkata demikian. Namun, ia tetap bersenandung dengan lantunan menyayat jiwa.

Hari itu hujan deras. Sang wanita segera berlari keluar mengangkat jemurannya dengan sigap. Setelah kembali ke dalam rumah, ia melihat sekilas ke langit-langit.

Tali itu tergantung cukup lama yah. Lengkap dengan tubuh yang mengayun tak bernyawa.

Sang perempuan baru sadar.

Oh ternyata itu dirinya.

…..

Iklan

5 thoughts on ““Hidup”

  1. Ping-balik: “Hidup”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s