Rupa Tabula Rasa

Cerai berai sosok manusia ini

Nyatanya tabula rasa

Bukanlah terlahir binal dan dewasa

Namun berawal dari suci tak berdaya

.

Sebuah rasa hambar yang tak terikat

Bukannya terbentuk asli dari ibunya

Terbentuk oleh suasana dunia

Dan dibumbu dengan namanya rasa

0eb4c1a3b4d4d17d4fe53d8d3fdde99c.jpg
-pinterest-

Keadaan ini semua bukanlah hakikat

Bukan pula hikayat yang perlu tutur cerita

Tapi sungguh luar biasa

Bisa membentuk pribadi berbeda

.

Jangan kaget jika aku rusak

Jangan kaget dirinya  terhormat

Sungguh karena itu purwarupa

Akan sentimen dan bentala

Rindu

Suam-suam embun sangat merindu

Kala dinginnya cuaca tanpa ufuk

Hari itu, sang pecandu sedang berpadu

Memadu pilu tanpa siku

 

123.jpg
-pinterest-

Tak ada lagi, sungguh

Sebuah nirwana yang aku rengkuh

Muncullah lagi, begitu

Sakitku ini  menantimu yang sendu

 

Bukankah ini katamu sebuah kisah haru

Namun tak ada lagi tetes syahdu

Karena sudah cukup aku terpaku

Sang pecandu ini takkan pernah baru

Jalan

Kala itu mengingatkanku

Tentang manusia (aku) yang berubah rupa

Tak dapat dikenali lagi

Tuk mencari asal usul dalam diri

a65be792f5880aa4184682ef9e61e444
-pinterest-

Mau mengupaspun takkan terbantu

Mau kugali pun takkan sampai

Mau kukejar pun selalu jauh

Maka dari itu aku bertanya.. kapan sampainya?

 

Dan ternyata begitulah sebuah cerita yang takkan selesai. Karena berabad-abad aku selalu jalin namun takkan ada habisnya. Karena dunia itu bulatkah? Atau ada semesta dibalik semesta?

Karena  ia selalu tak mendapatkannya. Maka dari itu, ia selalu berjalan.

Luka

Seperti luka yang membusuk

Lalu menjadi borok..

Bau dan menjijikan

Dan sampai hati bertanya? Kapankah keringnya?

007d6856ff05f821c26947c4f0214634
-pinterest-

Karena begitu sakit dan tak enak dipandang, dia menghitam

Mengeras dan perlahan pudar

Sedikit nyeri tersisa..

Dan akhirnya berbekas

.

Sudah tidak ada memang

Namun bekasnya masih terlihat

Menjadi memori tentang sebuah kejadian

Begitu menyakitkan dan tak terlupa

Kenang

Ketika wacanaku bertuturkan sebuah senja di tengah kota

Dan ia menghiasinya, begitu indah

Kala itu netraku yang merekam

Beragam hayat yang tak kunjung pudar

6f7abdd2ab7316496edc288a9ac0c525.jpg
-pinterest-

Sumber hangatnya ternyata ulu hati

Yang mendekam diam namun menari

Ingin rasanya kemudian aku menugasi

Agar budiku selalu beriring

……….

Setelah berapa waktu yang tak bisa diungkap………

.

Waktu itu, ketika kau bertanya tentang durasi

Sesungguhnya, aku juga tak mengerti

Karena sepanjang hari aku terdiam hening

Memutar kembali memori lestari

Imbang

Sesaat itu duniaku bergemuruh akan kerasnya badai yang menerpa. Nyaliku begitu luput dan terbawa hujan.Sungguh, nestapa betul labuhan sukma dan menunggu hancurnya dengan seksama.

Tetapi saat itu,adam datang.Silau-silau meringkuk di tengah-tengah awan gelap. Dan perlahan-lahan, sinar matahari menyergap. Menyentuh kulitku yang kemudian berselimut hangat.

Pada barisan peristiwa itu, sungguhlah jika sang adam adalah seorang pujangga yang didamba. Mentari menjadi pendukung terbaiknya. Sehingga kala itu,malam jaranglah muncul. Seakan malu akan terlalu terangnya sebuah suasana.

Aku yang saat itu terbuai dengan cerahnya, tiba-tiba dipanggil bulan. Ia bertanya, apakah adam saja cukup?  Dan seketika aku terkesiap.Karena sungguh, aku merasa ada sesuatu yang salah. Namun tetap kuabaikan.

Keesokannya, bulan kembali datang. Ia bertanya, apakah adam tidak terlalu lama? Dan kemudian ia menunjukkan bunga-bunga yang layu akibat panasnya udara dan tak bisa merasakan indahnya malam.

Dan aku berpikir.Dan aku putuskan.

Aku harus bersama keduanya. Bulan dan adam.

f4d2fa8b30a5697b39a9abb67780ee12
-pinterest-

Bulan merasa puas dengan jawabanku. Seakan tidak apa-apa aku bersama dengannya sekaligus adam. Sungguh aku tak mengerti, apa dia sungguh tidak apa-apa. Sedangkan adam, sungguh adam. Dia begitu santai.

Apakah tamakku ini benarkah? Bulan berkata bahwa ini baik adanya. Baik untuk diriku, untuk dirinya, dan adam. Dan juga buana.

Supaya gelap sekaligus terang. Supaya hangat sekaligus dingin. Supaya sedih sekaligus senang. Supaya rindu sekaligus benci.

Sunday Music: Good Old Time

Tahun-tahun lama memiliki banyak sekali lagu-lagu yang menarik dan sangat bagus. Dan kayaknya sayang kalau lagu-lagu tahun-tahun itu hanya dikenang dan tidak didengarkan llagi. Nah, untuk hari ini saya akan mengisi segmen Sunday Music dengan menyuguhkan 3 lagu tahun jaman dulu yang asik untuk didengarkan.

Berikut ini adalah listnya..

  1. Oasis- Wonderwall

Lagu yang dirilis pada tahun 1995 ini membuat kita rela untuk kembali pada tahun ’90-an.  Dari lagu-lagu Oasis lainnya, lagu Wonderwall ini justru menarik karena kesederhanaannya. Instrumennya didominasi oleh gitar akustik ditambah sedikit drum.Apalagi dengan adanya vokal dari Liam Galagher yang khas. Dalam lagunya, Oasis ingin menggambarkan kerentanan dari seseorang yang ditunjukkan dalam liriknya:

“Because maybe, you’re gonna be the one that saves me
And after all, you’re my wonderwall”

2. Rod Stewart- Maggie May

Maggie May adalah salah satu lagu dari Rod Stewart yang sangat terkenal. Lagu yang dirilis pada tahun 1971 ini. Nada-nadanya super catchy sehingga membuat kita bisa menari-nari atau setidaknya bergerak saat mendengarkan lagu ini. Sebnarnya liriknya cukup sedih sih karena dalam liriknya menggambarkan seorang laki-laki yang terperangkap dengan perempuan yang hanya memanfaatkannya padahal laki-laki tersebut sudah memberikan segalanya untuk si perempuan.

3. Marvin Gaye- Sexual Healing

Rasanya kalau tidak membicarakan Marvin Gaye kayaknya ada yang kurang. Marvin Gaye adalah salah satu musisi legendaris dan lagu Sexual Healing ini merupakan salah satu dari daftar 500 lagu terbaik sepanjang masa versi majalah RollingStone.Saya dulu pernah mendengarkannya dan awalnya saya anggap lucu aja dan menjadi “guyonan” dengan teman-teman karena.. judulnya aja sudah Sexual Healing. Tapi, ketika saya dengarkan lagi ternyata lagu ini itu begitu manis, indah, dan klasik. Suara Marvin Gaye yang khas mengisi lagu ini dengan nada-nada memukau. Liriknya juga ternyata memiliki makna sendiri. Bahwa seorang pria perlu menerima “Sexual Healing” yaitu perlu disembuhkan dengan merasa dicintai supaya menjadi orang yang lebih baik.

Dan itulan 3 lagu di tahun-tahun lama yang menurut saya bagus dan wajib untuk didengarkan kembali. Semoga menjadi referensi yang cocok di telinga kalan ya..

See you next time..

Kepastian

Jika pada pagi aku bertanya

Apakah nirwana itu petaka berbuah suka

Apakah jemari lentik membuat melayang buana

Apa sendu seringaimu adalah benar

.

Karena aku tidak begitu cakap

Asal muasal cerita yang berbuah derita

Berawal dari rasa tresna

Haus  hangat antar insan

860f0dd3f9d9c0b13af2f01956441130.jpg
-pinterest-

Karena awalnya  adam beryakin

Bila suaka percintaan begitu sah

Walau akhir hikayat

Hanyalah sesat nan simpang

.

Bilamana jalan tak absolut

Untuk selalu seiringan

Namun keyakinan yang satu

Nostalgia  akan terus membekam

Bukan Akhir

Pada jiwa-jiwa yang silam

Bergentayangan berantai sesal

Mengikat hingga ajal berulang

Oleh salah ragu yang bara

3131be01103e56abcf5d465691e335d5.jpg
-pinterest-

Jiwa jiwa kelam

Hanya untuk memperingati

Bagaimana sosok yang mati

Tak langsung bepergi

.

Oleh jiwa-jiwa sesat

Karena hidup hanya sedikit

Terganjal sepi dan menanti

Malah ajal bukan akhir

b5ae9738be6a44d9002e7a5fe72a66a8.jpg
-pinterest-

Baagaimanakah jiwa jiwa ngeri

Berakhir tragis

Mengukir sedih

Padahal awal jiwa suci

.

Mungkin jiwa kita akan akhir

Berbalik bukan mati

Namun tersedak perih

Selama abadi

Pelari

Apakah engkau lelah?

Ya.. Saya berlarian sepanjang masa

Apakah engkau ingin berhenti?

Tentu saja

Tetapi nyatanya, kalau berhenti engkau akan musnah.

Ya.. Maka dari itu saya hanya berjaan cepat bila ingin rehat. Karena hal ini bukanlah sesuatu yang bisa dihentikan hanya dengan kemauan. Saya memang lelah, tapi haruslah selalu bergerak. Bukankah itu adalah maumu?

Ini bukanlah mauku. Tapi adalah kehendaknya. Saya disini hanya menyampaikan kemauannya.

Siapa?

Raja.

Dia yang sekuasa itu? Bukankah dia sudah cukup menghancurkan kenang tidurku? Dan sekarang… Sekarang dia menginginkan hidupku?

0948046fa46a2e1721e999ff0018df5a.jpg
-pinterest-

Bukan hanya hidupmu. Tapi bahagiamu, dan karsa dagingmu. Dia tidak ingin orang lain lebih darinya.

Dasar picik.

Maka dari itu, aku  perlu dirimu tidak berhenti. Berlarilah terus  hingga dirimu dan raja sederajat. Lalu ambil takhtanya.

 Luar biasa. Setelah kurebut lalu engkau menginginkan apa?

Seperempat saja. Dan sebuah hubungan tanpa batas

Kau lebih picik.

Memang.